Jenis-Jenis Dan Fungsi Mineral

5 Dec

Secara umum mineral dibagi jadi 2 jenis adalah :

1.Mineral makro

Mineral makro berperan utama dalam menjaga kesehatan tulang & gigi. Unsur yang termasuk juga dalam mineral makro antara lain : kalsium (Ca), posfor, natrium (Na) atau sodium, kalium, klorida (Cl) & sulfur.

  • Kalsium. Kalsium ialah mineral yang amat mutlak untuk menjaga kesehatan tulang & gigi. Kalsium pun berperan penting dalam proses kontraksi & relaksasi otot, pembekuan darah & system imunitas. Makanan & minuman yang kaya akan kalsium yaitu susu, ikan, bayam, sawi, daun katuk dsb.
  • Posfor. Posfor berperan penting dalam pembentukan sel esensial, mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh pula menunjang perkembangan tulang & gigi. Makanan yang mengandung Posfor yakni ikan , daging, telur, gandum & keju.
  • Natrium. Natrium berfungsi buat menjaga keseimbangan cairan dalam badan pun menjaga & mengatur tekanan ostomik biar cairan tak ke luar dari darah & masuk ke dalam sel. Pula berperan dalam kontraksi otot.
  • Kalium. Kalium memegang peranan penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan & elektrolit pun keseimbangan asam-basa di dalam tubuh. Kalium pula berperan dalam transmisi saraf. Makanan yang kaya dapat kalium merupakan jeruk, sayuran hijau, semangka, pisang & wortel.

2.Mineral Mikro

Mineral mikro yakni mineral yang dibutuhkan oleh badan dalam jumlah kurang dari 100 mg/hari. Mineral mikro terdapat dalam tubuh kurang dari 0.01% berat badan. Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, asupan mineral mikro sebaiknya di penuhi buat mempermudah kesehatan tubuh. Unsur yang termasuk juga mineral mikro antara lain : besi (Fe), tembaga (Cu), zinc(Zn), magnesium & Se (selenium).

  • Magnesium. Magnesium berperan utama untuk menjaga kesehatan kesehatan tulang, melewati menopause, kesehatan kehamilan & lain-lain. Magnesium pula terkait erat dengan penurunan anixety & insomnia, sebab peran enzimatik dalam melepaskan yang menenangkan tubuh & menginduksi tidur. Makanan yang mengandung magnesium diantaranya yaitu kedelai, kacang almont , labu kuning an biji-bijian.
  • Zat besi. Zat besi berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel darah merah. Hemoglobin bertanggung jawab dalam pendistribusian oksigen dari paru-paru ke seluruhnya jaringan badan. Zat besi pun berperan dalam metabolisme energi, termasuk juga sintesis DNA oleh sekian banyak enzim juga dalam system kekebalan badan. Makanan yang mengandung zat besi yakni ikan, daging, sayuran hijau.
  • Selenium. Selenium bekerja sama bersama vitamin E berperan yang merupakan antioksidan dalam system enzim. Selain itu, berperan mencegah terjadinya serangan radikal bebas, melindungi membran dari kerusakan oksidatif & sebagainya. Makanan yg mengandung selenium yaitu bawang, tomat, brokoli, kubis & gandum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *