Diagnosis Penyakit Asam Urat Dan Pengobatannya

14 Apr

Bila anda merasakan gejala asam urat seperti bengkak di persendian, kemerahan pada sendi, sering nyeri sendi di kaki bahkan bila anda sulit berjalan karena rasa nyeri. Maka sebaiknya periksakan diri anda pada dokter. Untuk mengetahui apakah gejala yang anda alami merupakan gejala asam urat atau bukan.

Diagnosis Penyakit Asam Urat Dan Pengobatannya

Bila anda ingin benar-benar memastikan apakah anda mengidap penyakit asam urat atau tidak, maka anda akan melakukan tes khusus untuk mengukur kadar asam urat yang disarankan oleh dokter.

Tapi sebelum melakukan tes tersebut, dokter biasanya menanyakan beberapa hal pada anda yaitu sendi yang mana yang sering terasa nyeri, seberapa sering gejala tersebut muncul, riwayat keluarga anda dengan penyakit asam urat, apakah anda sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi atau tidak? Dan masih ada beberapa hal lainnya yang akan ditanyakan dokter. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan digunakan oleh dokter untuk mendukung hasil tes yang dilakukan.

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Diagnosa asam urat dilakukan melalui tes cairan sendi, tes pemindaian ultrasound (USG) dan tes darah. Tes cairan sendi yaitu dokter akan mengambil sampel cairan sinovial di dalam sendi yang mengalami radang dengan menggunakan jarum dan menelitinya melalui mikroskop.

Tes pemindaian ultrasound (USG) adalah tes yang sering digunakan sebab dianggap paling aman dan juga sederhana. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kristal natrium urat di dalam sendi yang mengalami radang atau di dalam lapisan kulit dalam. Sedangkan tes darah bertujuan untuk mengukur kadar asam urat di dalam darah. Tes ini biasa dilakukan setengah bulan atau 1 bulan setelah terjadinya serangan gejala.

Pengobatan asam urat

Pengobatan pada penderita asam urat bisa dengan mengkonsumsi obat-obatan resep dokter yaitu obat anti inflamasi non-steroid (OAINS), kortikosteroid, imunosupresif dan suplemen antioksidan.

Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS)merupakan obat yang bermanfaat dapat mengatasi rasa sakit pada sendi akibat peradangan. Kortikosteroid  obat yang bermanfaat sebagai obat anti radang dan juga menekan reaksi imun.

Imunosupresif bermanfaat untuk menekan reaksi imun. Namun obat ini jarang digunakan sebab efek sampingnya cukup berat yakni bisa memunculkan penyakit kanker serta bersifat racun bagi hati dan ginjal. Dan terakhir suplemen antioksidan yang bisa didapat dari asupan vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk mengobati asam urat.

Selain dengan pengobatan medis, bisa juga dilakukan melalui program rehabilitasi yang bermanfaat untuk mengembalikan kemampuan penderita seperti semula supaya bisa menjalankan kehidupan sehari-hari yang lancar. Caranya yaitu dengan mengistirahatkan sendi yang terasa nyeri dan lakukan pemanasan ataupun pendinginan.

Tips cara mencegah asam urat agar tidak kambuh

  • Banyak minum air putih
  • Hindari minum minuman yang beralkohol
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung protein
  • Kurangi berat badan jika penderita asam urat memiliki berat badan berlebihan
  • Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti yoghurt, pisang dll.

Itulah informasi tentang diagnosis penyakit asam urat dan pengobatannya. Bila anda pernah mengidap penyakit asam urat kemudian penyakit tersebut kambuh lagi, sebaiknya melakukan pengobatan. Pengobatannya pun bisa dengan mengkonsumsi obat asam urat yang telah diberikan oleh dokter ataupun dengan mengkonsumsi obat asam urat yang alami dari tumbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *